Rambut Rontok dan Botak Sesudah Menjalani Kemoterapi

By
Rambut rontok disebabkan oleh kemoterapi. Chemotherapy memang dapat mengakibatkan kerontokan pada rambut, tetapi metode pengobatan tersebut diperlukan bagi pasien kanker. Di sini Anda perlu mengetahui bagaimana cara kerja dari pengobatan kemoterapi, sehingga bisa mengakibatkan kerontokan rambut tersebut. Mari baca selengkapnya.

Pengertian Kemoterapi


Ini merupakan pengobatan kanker yang sudah biasa digunakan, dengan tujuan memodifikasi sel kanker, dengan begitu sel kanker tak lagi tumbuh tidak terkendali. Memang dengan menjalankan kemoterapi, pasien akan merasakan efek samping. Jadi bukan sel kanker saja yang terbunuh, tetapi juga sel normal tubuh yang sehat. Oleh karena kemoterapi bisa membahayakan sel kanker dan juga sel tubuh sehat seseorang, pemberian pun harus dilakukan dengan ada jeda. Hal tersebut untuk memberikan waktu pada sel tubuh agar bisa memulihkan diri.

Target Kemoterapi


Untuk target dari pengobatan kanker yang satu ini yakni tiap sel di dalam tubuh seseorang yang membelah diri secara cepat. Di mana sel yang tumbuh secara cepat tidak terkontrol adalah ciri dari sel kanker. Jadi sel kanker akan membelah dengan cepat dan melampaui kecepatan dari sel tubuh yang normal. Di masa pertumbuhannya, sel akan terus membelah, dan terus berkembang di dalam tubuh pasien kanker tersebut. Sesudah mencapai masa dewasa, maka sebagian besar dari aktivitas pembelahan sel pun akan menurun. Tetapi beberapa sel tubuh, contohnya sel rambut akan terus tumbuh, juga membelah dengan laju cepat, karena berusaha mengiringi atau mengimbangi sel yang mati, atau kerontokan rambut. Dan secara tak sengaja, reaksi dari kemoterapi justru akan mempengaruhi sel rambut, membuat rambut rontok.

Sel epitel

Pertumbuhan rambut pada seseorang dimulai pada daerah folikel rambut dengan sebutan matriks rambut. Pada daerah tersebut, sel epitel dengan konstan akan membelah dalam usaha memproduksi rambut. Untuk diketahui bahwa sel epitel merupakan salah satu dari jenis sel dengan pertumbuhan paling cepat. Saat merasuki sistem tubuh manusia, maka obat kemoterapi tak dapat membedakan yang mana sel kanker dan yang mana sel tubuh sehat. Yang menjadi indikator untuk kemoterapi yakni seberapa cepatkah sel membelah. Sebab obat kemoterapi itu tak hanya akan menyerang sel kanker saja melainkan juga akan menyerang sel-sel epitel dari rambut. Keadaan atau kondisi tersebut yang kemudian akan memicu kondisi kerontokan rambut di orang-orang yang menjalankan pengobatan kemoterapi.

Pemulihan

Berbeda dengan sel kanker yang berbahaya, pada sel epitel rambut itu biasanya bisa memulihkan diri sesudah pengobatan kemoterapi usai dilakukan. Mengenai waktu yang diperlukan untuk rambut supaya bisa kembali tumbuh dengan normal itu mulai 4 sampai dengan 6 minggu, dan itu sesudah sesi terakhir dari kemoterapi. Rambut pasien kanker mungkin tak dapat langsung tumbuh secara sempurna pada beberapa bulan awal, tetapi sesudah melewati masa-masa itu maka kondisi rambut pun akan kembali normal seperti sedia kala, dan tidak lagi botak.

Tingkat keparahan dari kerontokan rambut seseorang atau yang menjalani kemoterapi berbeda-beda, di mana itu bergantung pada obat serta terapi pendukung yang dilakukan, serta seberapa lamakah menjalankan terapi tersebut. Tiap obat kemo yang tidak sama atau berbeda itu ternyata mempunyai efek berbeda juga. Periode kemoterapi ikut mempengaruhi kerontokan rambut. Untuk beberapa macam jenis kemo yang rutin diberikan tiap minggu dengan dosis kecil, bisa meminimalisir terjadinya kerontokan rambut, sementara terapi yang lain yang diberikan tiap 3 hingga 4 minggu 1x itu dengan dosis lebih tinggi. Sekian artikel tentang kemoterapi dan kebotakan rambut, semoga bermanfaat.