Cara Transplantasi Rambut, Apakah bisa Mengatasi Masalah Kebotakan?

By
Cara transplantasi rambut, masalah kebotakan memang menakutkan, karena akan sangat mempengaruhi penampilan, walaupun tidak bersangkutan dengan kesehatan. Tetapi jika karena botak menjadi stress, dan percaya diri berkurang, mungkin secara tidak langsung akan dapat mempengaruhi kesehatan Anda. Pola kebotakan untuk seorang pria yakni jenis atau type kerontokan rambut yang paling umum yang dialami para kaum lelaki. Untuk mengatasi kepala botak tersebut terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, metode yang cukup populer yakni operasi transplantasi rambut. Tetapi apakah cara ini aman dan memang terbukti efektif? Mari baca selengkapnya.

Pola kebotakan


Untuk seorang pria pola kebotakan akan dimulai ketika masa remaja, namun kebotakan tersebut lebih sering terjadi untuk pria yang sudah berusia dewasa. Di mana faktor genetika memegang peranan besar untuk kondisi yang satu ini. Biasanya rambut rontok serta masalah kebotakan itu memerlukan jangka waktu antara 15 sampai dengan 25 tahun. Selain itu pola kebotakan untuk seorang pria dapat diatasi menggunakan cara operasi dan obat-obatan. Berikutnya mari membahas tentang prosedur dari transplantasi rambut tersebut.

Prosedur


Untuk transplantasi rambut caranya yakni rambut pada daerah kulit kepala yang memiliki pertumbuhan aktif akan dipindahkan kemudian ditanam pada daerah kulit kepala di mana rambutnya botak atau hanya menipis saja. Dalam melakukan proses transplantasi rambut, untuk hal pertama yang wajib dilakukan seorang dokter ahli bedah yakni membersihkan kulit kepala. Setelahnya baru disuntikkan obat bius ke daerah kulit kepala yang hendak dipindahkan. Kurang lebih antara 7 sampai dengan 10 cm dari lajur kulit kepala kemudian akan diangkat memakai pisau bedah. Sesudahnya kulit kepala pun akan dijahit supaya tertutup. Untuk daerah yang dijahit tersebut berikutnya akan disembunyikan oleh rambut yang ada di sekitar lokasi tersebut.

Membagi lajur kulit kepala

Untuk yang berikutnya dokter bedah pun akan membagi lajur dari kulit kepala menjadi kurang lebih 500 hingga 2000 bagian. Tiap bagian itu terdapat 1 maupun beberapa helai rambut. Tipe dan jumlah cangkokan folikel yang dipakai berbeda, tergantung dari kualitas, jenis, warna rambut. Untuk ukuran daerah atau lokasi kulit kepala yang hendak ditransplantasi juga turut serta menjadi dasar dari penentuan cangkokan. Sesudah cangkokan folikel dari rambut siap, maka dokter ahli bedah pun akan membersihkan, mempersiapkan lokasi rambut yang mau ditanami. Dokter akan membuat celah atau lubang, untuk jumlah lubang akan sama banyak dengan berapa unit folikel yang hendak dibuat, menggunakan jarum atau pisau bedah. Kemudian cangkokan rambut pun akan ditanam pada lubang-lubang itu secara hati-hati. Waktu untuk melakukan operasi transplantasi rambut antara 4 sampai dengan 8 jam, jadi tidak terlalu lama juga. Proses transplantasi rambut pun dapat diulang jika mau, khususnya apabila area kebotakan yang dialami bertambah lebar, juga apabila pasien hendak memiliki rambut yang terlihat lebih tebal.

Efek samping

Walaupun efektif, tetapi transplantasi rambut merupakan operasi yang memiliki efek samping. Beberapa efek samping tersebut antara lain pertumbuhan rambut baru tak wajar, infeksi, jaringan parut yang muncul, dan yang cukup parah yakni terjadi perdarahan. Selain itu pada beberapa orang juga ada yang mengalami folikulitis, atau peradangan (Infeksi) di folikel rambut, ketika rambut orang tersebut baru mulai tumbuh. Untuk mengatasi efek samping minor tersebut, biasanya menggunakan cara kompres atau antibiotik. Komplikasi yang lain yang juga mungkin terjadi antara lain syok, jadi kondisi saat rambut yang tumbuh pada lokasi atau daerah sekitar transplantasi tiba-tiba hilang. Tetapi itu hanya sementara saja, karena nanti rambut Anda akan dapat tumbuh kembali.

Waktu penyembuhan

Yang paling penting untuk Anda ketahui juga setelah melakukan operasi adalah mengenai waktu atau masa-masa penyembuhan. Sesudah menjalankan operasi transplantasi rambut, maka kulit kepala pun akan terasa benar-benar lembut, dan harus dibalut menggunakan kassa untuk 1 sampai dengan 2 harian. Selain itu akan diberikan obat untuk menahan rasa sakit, obat anti inflamasi, dan antibiotik untuk beberapa hari. Rata-rata pasien dapat kembali untuk bekerja sesudah operasi, antara 2 hingga 5 harian. Sekitar 2 hingga 3 minggu pasca operasi, rambut transplant dapat rontok, sementara rambut baru tumbuh kurang lebih 3 bulan setelahnya. Jadi tidak langsung. Untuk rata-rata pasien yang pernah melakukan operasi ini, sekitar 60% dari pertumbuhan rambut baru itu akan tercapai sesudah melewati masa 6 hingga 9 bulan sesudah operasi selesai dilakukan. Dalam usaha meningkatkan pertumbuhan rambut, obat minoxidil diresepkan oleh dokter ahli beda sesudah proses transplantasi. Namun masih belum terdapat penelitian yang cukup dalam mengetahui apakah hal tersebut sangat efektif ataukah tidak terlalu efektif. Sekian artikel tentang cara transplantasi rambut, apakah bisa mengatasi problem kebotakan? Semoga bermanfaat.