Macam Penyakit yang Gejalanya Rambut Rontok Berlebihan

By
Terdapat beberapa penyakit yang memang terdapat atau ditandai oleh kondisi rambut rontok yang berlebihan. Bahkan dalam 1 bulan bisa jadi kondisi rambut rontok yang alami semakin bertambah parah. Mungkin Anda awalnya biasa-biasa saja, tetapi jika itu terus terjadi, tentu dapat membuat Anda merasa khawatir. Apalagi jika dalam riwayat keluarga Anda tidak ada yang rambutnya botak. Jika ini merupakan kondisi yang juga menimpa Anda, maka bagaimanakah solusi terbaik untuk menyelesaikan problem ini? Sekarang mari baca selengkapnya.

Kondisi rambut rontok dan Penyakit


Rambut rontok sudah termasuk problem atau masalah yang seringkali dihadapi di kehidupan sehari-hari. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. Beberapa faktor penyebab tersebut antara lain yakni kehamilan, genetik, menopause, obat-obatan tertentu, kurang vitamin, kurang gizi, terlalu sering mendapatkan perawatan di salon, pengaruh kemoterapi, stress berlebihan, dan juga SLE.

Pengertian SLE


Untuk faktor yang terakhir, seperti yang disebutkan di atas, yakni SLE. Anda mungkin bingung apa yang dimaksud dengan SLE ini. SLE merupakan akronim dari Sitemic Lupus Eritematosus. Atau penyakit autoimun. Kondisi rambut rontok itu tak hanya diakibatkan oleh masalah keturunan atau masalah genetik saja. Tetapi terdapat kemungkinan yang lain, beberapa di antaranya sudah disebutkan di atas. Alangkah baiknya jika Anda juga melakukan konsultasi ke dokter. Dengan begitu semuanya tidak diputuskan berdasarkan asumsi saja, melainkan melalui pemeriksaan lebih lanjut dan lebih mendalam. Terdapat beberapa tips yang dapat coba Anda lakukan.

Tips untuk mengatasi rambut rontok

Anda sebaiknya menghindari tata cara penataan rambut yang dikuncir dan diikat dengan terlalu kencang. Ini dapat mengakibatkan rambut rontok. Yang kedua apabila rambut rontok Anda kondisinya sudah mengkhawatirkan, maka Anda bisa menggunakan lotion yang dibuat menggunakan bahan Minoxidil. Yang ketiga pilihlah dan gunakan sisir yang bergerigi jarang, ini dapat membantu dalam mencegah kerontokan terjadi. Yang keempat, Anda sebaiknya menghentikan kebiasaan memuntir rambut. Yang kelima, ketika Anda mencuci rambut Anda sebaiknya menghindari menggunakan gerakan menarik rambut dengan terlalu keras, lakukan dengan perlahan agar rambut tidak rusak dan rontok. Yang keenam, Anda sebaiknya menghindari sering memakai alat pemanas rambut dengan berlebihan. Dan yang terakhir jangan lupa untuk senantiasa menjaga pola makan, di mana Anda wajib mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Rambut rontok karena Kerusakan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid memiliki fungsi sebagai pengatur kadar hormon di dalam tubuh seorang manusia. Tetapi apabila kelenjar tiroid tersebut tak dapat bekerja sebagaimana mestinya, bisa mengakibatkan kondisi rambut rontok melanda. Kerusakan di kelenjar tiroid termasuk faktor penyebab medis paling umum, sebagai penyebab kondisi kerontokan rambut.

Alopecia Areata

Yang kedua adalah penyakit yang terjadi saat sistem antibodi tubuh justru menyerang folikel rambut. Alopecia Areata adalah penyakit yang mengakibatkan munculnya becak di kulit kepala, khususnya pada bagian rambut Anda yang mengalami kerontokan, serta beberapa bagian tubuh yang lain. Umumnya orang dengan penyakit ini terlihat baik-baik saja atau sehat. Karena itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apakah terserang Alopecia Areata atau tidak dengan konsultasi ke dokter. Di mana dokter tentu bisa mendiagnosisnya.

Di sini Anda sudah mengetahui bahwa banyak penyebab selain penyakit juga. Paling tidak untuk mengurangi, silahkan cobalah untuk melakukan beberapa tips yang sudah kami bagikan di atas. Sekian artikel tentang macam penyakit yang gejalanya rambut rontok berlebihan, semoga bermanfaat.