Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Dermatitis Seboroik

By
Kenali penyebab, gejala, dan cara mengobati dermatitis seboroik sekarang. Ini merupakan penyakit kulit, umumnya menjangkiti kulit pada lokasi kulit kepala, dan daerah tubuh Anda yang berminyak, contohnya adalah dada bagian atas, punggung, wajah. Di kulit kepala, penyakit yang satu ini dapat mengakibatkan kulit Anda berubah warna menjadi merah, bersisik, dan berketombe.

Dermatitis seboroik ini bukan termasuk penyakit menular, tetapi dapat mempengaruhi rasa percaya diri orang yang mengalaminya. Tak hanya ketombe, namun dermatitis seboroik pun sering dikenal dengan istilah psoriasis seboroik serta eksim seboroik. Sementara untuk dermatitis seboroik yang menyerang atau terjadi pada bayi dikenal dengan istilah cradle cap.

Faktor penyebab


Penyebab dermatitis seboroik yang pasti masih belum dapat diketahui hingga sekarang, tetapi terdapat beberapa kemungkinan. Kemungkinan penyebabnya adalah jamur malassezia, di pelepasan minyak pada permukaan kulit. Juga peradangan yang memiliki kaitan dengan psoriasis dan termasuk ke dalam kemungkinan atau faktor penyebab dermatitis seboroik terjadi. Tak hanya 2 kemungkinan tersebut, tetapi juga terdapat beberapa faktor resiko yang mengakibatkan penyakit ini. Antara lain stress, cuaca kering dan dingin, penyakit endokrin yang dapat mengakibatkan obesitas, contohnya adalah diabetes, penyakit yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh turun, contohnya adalah kanker, AIDS/HIV, pancreatitis alkoholik, dan penerima transplantasi organ tubuh, kebiasaan menggaruk kulit wajah, kejiwaan (depresi), penyakit gangguan saraf atau Parkinson, pengobatan tertentu, dan gagal jantung. Orang-orang dengan jenis kulit berminyak, orang dewasa pada rentang usia 30 hingga 60 tahun, dan bayi baru lahir, juga rentan terserang dermatitis seboroik ini.

Gejala


Beberapa gejala terserang penyakit ini adalah kulit terasa seperti terbakar dan gatal, kulit kepala berubah jadi berwarna merah juga berketombe, ketombe atau kelupasan kulit pada jenggot, alis, dan kumis, kelopak mata jadi berwarna kemerahan atau berkerak, dikenal juga dengan istilah blefaritis, kulit menjadi bersisik dan berwarna putih ataupun kuning, pada lokasi kulit yang berminyak, dan selain kulit kepala, contohnya ketiak, wajah, dada, dan telinga. Penyakit dermatitis seboroik ini tidaklah mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang secara keseluruhan, tetapi apabila pengobatan yang dilakukan itu tak efektif ataupun kondisinya mengganggu rutinitas harian, maka Anda harus segera menghubungi dokter.

Cara mengobati

Sekarang mengenai cara mengobati dermatitis seboroik yang dapat Anda lakukan. Anda bisa menggunakan gel atau krim metronidazole, di mana gel ini memiliki fungsi melawan bakteri, menggunakan shampoo antijamur dengan kandungan ketoconazole, serta produk bagi kulit kepala dengan kandungan clobetasol, terapi sinar yang dikombinasikan pemakaian psoralen (Photochemotherapy), tetapi orang-orang dengan rambut tebal memang tak cocok menjalankan terapi tersebut, krim, shampoo, dan salep dengan kandungan kortikosteroid, contohnya adalah hydrocortisone atau fluocinolone, yang memiliki fungsi dalam meredakan peradangan. Tetapi terdapat efek samping atas penggunaan krim tersebut, yaitu penipisan kulit dapat terjadi apabila Anda memakainya terlalu lama. Berikutnya, Anda juga dapat menggunakan pil antijamur terbinafine. Tetapi Anda harus hati-hati dalam menggunakannya, karena pil tersebut memiliki efek samping berupa reaksi alergi dan gangguan organ hati. Yang terakhir adalah menggunakan krim atau lotion dengan kandungan penghambat calcineurin, contohnya adalah tacrolimus dan pimecrolimus – Yang dapat digunakan bagi pengobatan yang akan menekan sistem antibodi tubuh. Tetapi obat yang satu ini mempunyai potensi dalam meningkatkan resiko terserang penyakit kanker.

Tips

Anda jangan menggaruk di bagian tubuh yang mengalami dermatitis seboroik tersebut sebab dapat meningkatkan resiko iritasi bertambah parah, dan juga mengalami infeksi. Tips kedua, Anda sebaiknya mencukur jenggot atau kumis, dengan begitu bisa membantu meredakan gejalanya. Ini jika terjadi pada daerah wajah. Jika mandi pakailah shampoo bayi, gunakan saat Anda membersihkan kelopak mata, apabila berwarna kemerahan juga terjadi kelupasan kulit. Anda dapat mengompresnya menggunakan air hangat agar membantu untuk meredakannya.